Aziza Larasati · Published 08 January 2020

11 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Bermain Dota 2

Home > Artikel > Dota 2 > 11 Alasan Mengapa Kamu Harus Berhenti Bermain Dota 2

Pada jaman dahulu atau bahkan sampai dengan sekarang, banyak warnet yang penuh dengan orang-orang yang bermain Defense of the Ancients, atau lebih dikenal sebagai DotA 2 sekarang ini. Kali ini Kabar Games akan membahas sisi gelap dan memberikan alasan yang masuk akal mengapa Kamu harus berhenti bermain DotA 2.

Satu hal yang pasti adalah bahwa salah satu game online terpopuler DotA 2 ini sangat sangat membuat ketagihan para pemainnya, baik itu anak anak, remaja dan bahkan orang dewasa sekalipun. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus berhenti bermain DotA 2 sekarang juga.

Meracuni Orang Lain

Pecandu DotA selalu mencari cara untuk mengajak orang lain agar bermain bersama mereka. Jika kamu pernah bertemu orang semacam itu, salah satu hal pertama yang akan mereka tanyakan adalah apakah kamu bermain juga. Jika kebetulan kamu tidak memainkannya, mereka akan mencoba meyakinkan kamu untuk bermain.

Percobaan pertama gratis tentu saja dan kamu mulai menjadi pemain biasa. Dari bermain dengan santai, kamu mulai menjadi tergantung dan semakin sulit untuk menolak undangan dari pecandu lain untuk bermain. Sebelum kamu menyadarinya, kamu telah menuju ke lingkaran setan dan kamu menjadi pecandu DotA juga.

Clan di Atas Segalanya

Di dunia DotA, pemain membentuk grup yang disebut 'clan'. Jangan biarkan kata "Clan" yang berasal dari Skotlandia-Gaelik yang berarti 'keluarga' itu membodohi kamu, karena persaingan clan Dota 2 dapat berubah menjadi permusuhan dengan sangat cepat. Penelitian yang sangat canggih dan ilmiah menunjukkan bahwa 1 dari 3 perkelahian memalukan disebabkan oleh kekerasan clan.

Uang Hanya untuk Dota

Saat ini, harga internet sudah mulai mahal. Kedengarannya tidak terlalu buruk sampai kamu bermain 12 jam setiap hari dan kamu membayar tagihan yang cukup besar. Banyak penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa mahasiswa membagi keuangan mereka menjadi: 8% untuk makanan, 5% untuk perjalanan, 2% untuk perlengkapan sekolah, dan 85% untuk bermain DotA 2. Setelah 85% habis, tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan pecandu DotA untuk mendapatkan uang tambahan.

Perubahan Fisik & Kesehatan

Jika kamu secara pribadi kenal dengan pemain DotA 2, ada beberapa tanda-tanda fisik yang harus diwaspadai yang akan menunjukkan bahwa ia telah kecanduan DotA. Bermain DotA untuk periode waktu yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa hal berikut ini:

  • Mata merah akibat pola tidur yang terganggu
  • Bau badan karena penurunan kebiasaan perawatan dan mandi
  • Berat badan berkurang karena lupa makan akibat bermain
  • Berat badan meningkat karena makanan tidak sehat dan kurang olahraga
  • Memakai pakaian yang sama selama beberapa hari berturut-turut (mungkin kaos terkait DotA)

Mengabaikan Tanggung Jawab

DotA juga dapat dengan mudah menggantikan prioritas hidup kamu. Pecandu DotA akan menghilang selama berhari-hari karena mereka lebih suka bermain daripada, misalnya, masuk kerja, hadir di kelas, atau mengambil obat demensia nenek dari apotek. Jadi, kemungkinan performa nilai di sekolah atau pekerjaan mereka kemungkinan besar menurun, terkecuali memang Kamu berniat menjadi Pro Player.

Masalah Hubungan dengan Pasangan

Kecanduan DotA juga bisa menjadi masalah untuk hubungan asmara. Mungkin karena DotA seperti melibatkan pihak ketiga. Ketika diberi pilihan untuk bermain DotA atau menghabiskan waktu bersama pasangan mereka, pecandu DotA kemungkinan besar akan memilih bermain DotA 2 dibandingkan dengan pasangan.

Jika kamu pernah membuka Facebook para pecandu Dota, kamu mungkin akan menemukan bahwa mereka memiliki lebih banyak screen capture gameplay daripada foto dengan pacar mereka. Begitu kecanduan, DotA mulai menjadi konflik serius dalam hubungan, pecandu akan beralih pada kerahasiaan dan melanjutkan kecanduan di belakang pasangan mereka. Kerahasiaan itu biasanya meracuni hubungan itu dan pada akhirnya mengarah pada perpisahan.

Sangat Membuat Kecanduan

Kegembiraan memainkan hero yang hebat dan membunuh banyak hero lawan dan monster di dalam game DotA akan sangat sulit untuk ditolak bahkan bagi orang biasa. Kamu akan kecanduan sensasi dan kegembiraan saat kamu bermain Dota, begitulah cara gamer online kecanduan. Kamu tidak akan pernah puas, Kamu akan selalu fokus untuk menciptakan hero terhebat dan menjadi pemain Dota terbaik. Ketika Kamu gagal, Kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu bermain Dota, lagi lagi dan lagi.

Dota Selalu Ada di Pikiran

Bayangkan harus tidur sambil berpikir bahwa kamu masih memainkan Dota dalam pikiran kamu. Kamu mulai berhalusinasi. Ketika kamu menutup mata, Dota langsung masuk ke pikiran kamu. Yang terburuk adalah Dota menjadi satu-satunya hal yang selalu ada di pikiran kamu setiap saat.

Kamu Mulai Mendengar Suara

“First blood, killing spree, dominating, double kill, mega kill, unstoppable, wicked sick, triple kill, monster kill, God-like, beyond God-like, Holyshit!” terdengar sepanjang waktu. Suara-suara itu kamu dapatkan ketika kamu membunuh para hero. Teriakan itu mulai bermain di pikiran kamu sepanjang waktu. Setiap kali kamu mencapai sesuatu, kamu mulai berteriak, "Dominating!" Atau ketika kamu baru saja memenangkan pertengkaran dengan teman-teman kamu, kamu mulai berkata "KILLING SPREE!"

Tidak hanya kamu terdengar seperti orang aneh, kamu juga menampilkan gejala psikotik. Gejala yang sangat nyata di mana kamu menerima suara ini sebagai bagian dari diri kamu adalah ketika kamu mulai memilihnya sebagai nada dering kamu. Ayolah, siapa yang benar-benar memilih "mmmmm MONSTER KILL!" sebagai nada dering di handphonenya?

Sering Menghina atau Dihina

Sekarang, coba hitung berapa banyak dari kamu dihina "noob” berulang kali oleh pemain lain yang terus membunuh hero kamu? Alih-alih menyemangati kamu untuk bermain lebih baik, kamu pasti diperlakukan seperti seorang noob. Tidak lama, mereka akan mulai memberi tahu kamu seperti ini.

Pulang aja terus main boneka sono, Loe gak cocok maen dota blog!"Loe cocoknya maen Mobile Legends jangan maen Dota!"

Kabar baiknya adalah, jika kamu adalah player yang cukup hebat dalam bermain dotA, kamu bisa merendahkan atau menghina pemain lain untuk menghibur diri kamu sendiri, terasa menyenangkan, tetapi sebenarnya hampa. Sebuah alasan yang cukup agar Kamu berhenti bermain DotA 2 bukan?

Tumbuhnya Ikatan Cinta yang Aneh

Kamu mulai memiliki ritual aneh yang dilakukan sebelum kamu mulai bermain Dota. Ritual itu disebut-sebut akan membantu kamu mendominasi permainan nantinya, misalnya, beberapa orang mungkin mulai mencium mouse atau keyboard mereka beberapa kali sebelum bermain DotA.

Itu adalah tanda lain dari gejala psikotik. Kamu mulai mengabaikan keluarga dan sekolah kamu. Alasannya? Kamu perlu menghabiskan lebih banyak waktu memelihara IKATAN CINTA yang baru dengan komputer. Tidak hanya itu, kamu mulai membeli aksesoris untuk PC atau komputer. Terakhir, kadang-kadang, kamu bahkan tidur bersama mereka (mouse dan keyboard) dan bersikeras bahwa mereka memiliki masalah dan takut tidur sendirian.

Dengan semua alasan di atas, silakan uninstall Dota 2 dari komputer kamu dan sekaranglah saat yang tepat untuk berhenti bermain. Mungkin Kamu memiliki alasan lain yang belum disebutkan? Berikan comment di bawah yah! Nantikan terus berita terbaru dan terupdate seputar game, anime dan gadget hanya di Kabar Games.


© 2024 PT. Gudang Pelangi Indonesia. All Rights Reserved